Ibadah itu membuat tenang, damai, bahagia. Semoga selalu
dapat merasakan nikmatnya beribadah. Ada rasa nyesss tak kala sudah selesai melakukannya. Tetapi sebelum
melakukannya ada saja rasa lelah, rasa berat, rasa yang bilang ke diri sendiri,
“nanti sajalah masih ada waktu!” Ujung-ujungnya ibadah shalat mepet waktu.
Ibadah-ibadah lainnya juga jadi tertunda, “besok bakal kukerjain!”
Ramadhan adalah momen yang tepat untuk merapikan, untuk
perbaikan amalan-amalan yang masih keteteran selama ini. Sebagai “pesantren”
jika telah lulus di bulan ini, perbaikan kecil tersebut masih terbawa setiap
hari di bulan lainnya.
Yuk, siapa yang mau ikutan perbaikan-perbaikan kecil di bulan
ini? Berikut aku list prioritas yang aku usahakan, mumpung suasana mendukung,
masjid terdengar hidup, TV dan ceramah-ceramah mudah kita dengarkan. Seakan
mempengaruhi hati kita untuk semangat beribadah.
Shalat Tepat Waktu
“Gak pa pa kan di umur 40 ini aku
baru mencoba berusaha shalat tepat waktu?”
Kedatangan Ramadhan mengajarkan disiplin waktu. Maka, pada
Ramadhan ini aku memperbaiki shalatku, berusaha untuk tidak mepet waktu.
Ketika, mendengar adzan langsung bergegas ambil wudhu, jangan tunggu “nanti”.
Memulai saja dulu!? Semoga bisa konsisten hingga diluar bulan
puasa.
Bangun Tengah Malam
Bangun tengah malam bagi seorang ibu adalah aktivitas rutin
menjelang menyiapkan sahur. Sayangnya merasa terburu-buru. Melewatkan waktu
5–10 menit untuk menunaikan shalat Tahajud.
Biar tidak terasa gedebak gedebuk, setelah bangun langsung ambil wudhu, usahakan tidak langsung pegang alat dapur. Manfaatkan waktu sunyi, tenang, untuk doa doa panjang.
Sedekah Subuh
Ada sesuatu yang berbeda dari memberi di waktu pagi. Rasanya
seperti membuka hari dengan keberkahan. Walaupun tidak besar, membiasakan
sedekah Shubuh di bulan ini ganjarannya sangat besar.
Jangan Lewatkan Waktu Dhuha
Sering kali waktu Dhuha justru terlewat karena sibuk bekerja
atau mengurus rumah. Yuk, sempatkan meluangkan waktu 5–10 menit. Sebelum menjalani aktivitas panjang. Buktinya
scrolling lebih 30 menit bisa?
Jadikan Ramadhan kali ini untuk ajang melatih diri selalu menyelipkan
ibadah Dhuha sebelum aktivitas lainnya.
Terus Belajar, Membaca dan Mendengarkan
Sedikit demi sedikit niatkan waktu kita untuk terus belajar,
membaca dan mendengarkan. Banyak kajian yang bisa dengarkan sambil mengerjakan
aktivitas lainnya. Saya suka mendengarkan ceramah Ustadz Oemar Mita.
Di bulan Puasa ini tentu banyak diskusi, kajian dan ceramah
yang bisa kita peroleh. Membaca
buku-buku motivasi pengembangan diri dan keislaman pun sekarang lebih simple,
jika tidak sempat bisa melalui aplikasi untuk dibacakan.
Penutup
Di hari pertama Ramadhan, berniat untuk membenahi diri, catatan
ini sebagai pengingat untuk kembali lagi ke tujuan awal. Saya juga membuat list
harian, mana yang sesuai target dan mana yang belum, kemudian untuk dilakukan
evaluasi.
Tidak ingin sempurna, tetapi dengan fokus pada perbaikan
kecil yang bisa dilakukan setiap hari. Memulai saja dulu, pelan pelan, terasa
kenikmatan saat melakukan ibadah, kemudian secara konsisten dilakukan dan
menjadi kebiasaan setelah Ramadhan berlalu. Aamiin.

Komentar
Posting Komentar